Federal atau Kesatuan?

            Sudah lama, kami tidak melakukan fishbowl dikelas ini. Namun hari ini, kami kembali melakukan kebiasaan yang kami dulu yaitu berdiskusi ala fishbowl.  Sekarang kami berdiskusi dengan 3 pertanyaan dasar mengenai pelajaran PKN. Yang pertama kami bahas, adalah mengenai, “Indonesia cocoknya menjadi Federasi atau Kesatuan”
            Diskusipun mulai berjalan, yang dimulai oleh teman kami Ray. Ia menyatakan bahwa sebenarnya Indonesia lebih cocok dan pas, karena menurutnya Indonesia masyarakatnya sudah satu, dan pas dengan kesatuan. Setelah itu juga ikut menyatakan pendapat, namun kebalikannya dari Ray, menurutku bahwa Indonesia sebenarnya lebih cocok untuk menjadi Negara Federasi karena kita semua tahu bahwa Negara kesatuan memiliki kelemahan, dan satu kelemahan itu adalah pusat pembangunan terletak dipusat (ibukota) dan sudah terbukti kenyataannya begitu. Pendapatku lalu dilanjut Bintang, dan ternyata iapun juga memilih Federasi, karena faktor kesatuan yang terlalu banyak pembangunan dipusat.
            Lalu, akupun keluar lalu digantikan dengan Trystan. Pendapat Trystan mengenai Indonesiapun sama, ia memilih Indonesia untuk menjadi Negara Federasi, karena Bintang dan Trystanpun setuju bahwa Negara kesatuan sistemnya lebih rumit dibandingkan dengan Federasi. Bintang menyatakan bahwa buktinya sekarang, Gubernur dan Walikota lebih baik dibandingkan anggota DPR dan MPR. Namun Ray menentang, karena menurutnya Indonesia kesatuan sudah cocok, hanya saja orang-orang yang dapat di kursi DPR dan MPR belum cocok dan efektif.
Setelah itu, ditutup dengan pendapat Ray. Kami berganti pertanyaan yaitu “Karena kenyataan Indonesia Kesatuan, sejauh mana otonomi daerah dapat mengakomodir antara kesatuan dan federasi” Dimulai dari Ka’ Rizky menjelaskan mengenai otonomi daerah, dimana awalnya Indonesia menjadi Negara kesatuan, karena dulunya kerajaan-kerajaan kecil sudah dihapuskan sejak saat zaman Daendels. Sisanya hanya NAD dan DIY. Jika ingin membuat federasi, tidak ada pemimpin di setiap daerah. Namun masalah utama dari Negara kesatuan adalah Kesenjangan sosial, ketimpangan pusat dan daerah. Karena Federasi tidak keluar menjadi nyata dan hanya setahun kuat. Setelah Ka rizky menjelaskan, diskusi fishbowpun dilanjutkan,
Dibuka dengan pernyataan dari Martin anak Garut, menurutnya sistem otonomi daerah, kesatuan dan federasi tidak ada yang cocok. Lalu dilanjutkan oleh Kelana, dimana menurutnya, Indonesia kembali menjadi Negara Federal karena sudah belajar dari masa lalu. Karena dulu, Indonesia dulu menjadi federal baru satu tahun dan itu belum sungguh-sungguh. Setelah itu, diskusi dilanjutkan ke pertanyaan mengenai “sejauh mana otonomi daerah bermanfaat untuk Indonesia”
Pernyataan dimulai dari Cissy, menurutnya otonomi daerah dapat dilakukan dengan baik, dengan syarat para petinggi Negara dapat melakukan pekerjaannya dengan benar. Namun Franklin juga menyatakan pendapat dengan singkat, padat jelas, yaitu menurutnya sebelum menjadi Negara Federal mental masyarakatnya harus dilatih terlebih dahulu. Lalu fishbowl ini ditutup dengan pernyataan yang cukup bagus menurut saya dari anak yang tinggal di setiabudhi, Bandung ini. Dikenal dengan nama Alry, ia mengatakan mengenai pidato Sukarno mengenai Indonesia, lalu ia tambahkan bahwa seharusnya Indonesia menganut kembali sistem federal, karena dulu sistem kita kesatuan untuk menstabilkan Negara. Karena aku disana tidak dapat menyatakan pendapat, karena waktu yang mepet, sebenarnya menurutku Indonesia sangat tidak dengan sistem otonomi daerah. Menurut dari beberapa sumber, sistem otonomi daerah yang ada hanyalah membuat sistem pemerintahan “ribet” dalam hal urusan komunikasi karena banyaknya lembaga Negara. Tidak hanya itu, kelemahan yang sangat aneh adalah dimana sistem otonomi daerah tidak boleh membangun sebuah infrastruktur tanpa persetujuan pusat, dan hal tersebut menggambarkan bahwa sistem pemerintahan kita menjadi (pusat-daerah), berbeda jika Federal dimana justru sistemnya dari daerah ke pusat sehingga menjadi lebih mudah daerah untuk melakukan pembangunan lebih lanjut.

           






Komentar

Postingan Populer