Konprensi Asia afrika
Fishbowl fishbowl lagi dan lagi,
memang kami sering melakukan fishbowl namun ada yang berbeda di fishbowl kali
ini, yang biasanya dilakukan pada hari Kamis, namun sekarang kami lakukan pada
hari selasa.
Sekarang kami akan membahas
mengenai Persiapan, hari-H, dan pasca setelah Konprensi Asia Afrika
diselengarakan di Bandung.
Pembuka dimulai dengan Ray, ia mengatakan bahwa pemerintah melakukan
persiapan mepet sangat dekat dengan hari-H pada saat delegasi konprensi asia
afrika datang ke Bandung, namun yang jeleknya hanya melakukan pembangunan di
daerah konprensi asia afrika saja dan yang dilewati para delegasi. Bintangpun
menyetujui pendapat Ray, ia menyatakan bahwa memang pembangunan hanya dilakukan
di daerah KAA, seperti misalnya pembangunan jembatan penyebrangan di jalan
Pasteur (depan BTC) ia mengatakan bahwa pada akhirnya pembangunan tidak
dilanjutkan alahasil hanya dijadikan sebagai papan reklame untuk sambutan para
delegasi. Hampir semuanya setuju mengenai pendapat Ray, seperti Tristan ia mengatakan
bahwa pasca KAA aksi fandalisme di area asia afrika sudah ada lagi dan seperti
sudah dilupakan kembali.
Lalu Bintangpun kembali mengungkapkan pendapatnya, ia mengatakan bahwa
sebagai pelancong dari Pangandaran ia melihat KAA hanya sebagai ajang untuk
memasarkan pariwisata di Bandung agar menarik banyak wisatawan datang ke
Bandung, Tristan dan raypun setuju dengan pendapat Bintang.
Setelah itu Cissy masuk, ia seperti membela Ridwan Kami disana pertama ia
menjawab pertanyaan Ray, bahwa pembangunan mendadak dekat dengan hari-H karena
dana dari pemerintah pusat yang belum cair disana Ridwan Kami bingung ingin
membangun apa, akhirnya beliau membangun fasilitas umum yang relatif lebih
murah yaitu membangun taman-taman yang ada di Bandung, karena warga Bandung
pada saat itu sangat antusias, akhirnya beliau mendapatkan uang dari segala
kalangan masyarakat untuk KAA, namun disisiliain juga banyak yang mengkomentari
mengenai KAA dimana orang yang mengkomentari ternyata hanyalah orang
pengangguran yang hanya bisa berkomentar
tidak ada aksi untuk membantu
Bintangpun kembali menyatakan ketidaksetujuan dengan aksi Ridwan Kamil, ia
menanggapi bahwa dengan pembangunan yang dilakukan dengan sedemikian rupa dapat
membangun semangat 1955? Mengapa dijadikan untuk memasarkan Bandung di kanca
Internasional? Raypun menanggapinya dengan singkat dan jelas ia mengatakan
bahwa tujuannya adalah bukan untuk menarik para wisatawan namun untuk menarik
orang ke KAA. Lalu Cissypun mengatakan pendapatnya, karena orangtuanya kenal dengan
Ridwan Kamil ia mengatakan bahwa masalah
pembangunannya lama adalah uangnya yang di korupsi dengan para kontraktor
disalahgunakan uangnya.
Bintangpun kembali melawan
pertempuran yang sengit ini, ia melawan bahwa ia mendapatkan berita bahwa
Bandung mendapatkan nobat sebagai kota bebas korupsi, Cissypun terdiam dan
tidak menjawab, lalu Raffa datang dan menusuk pertempurannya bagaikan ia
menjawab dengan netral tidak mendukung kedua pendapat, ia menanyakan yang salah
pemerintah atau rakyat Bandung? Akupun maju, karena aku sangat yakin dengan
jawaban yangku punya, aku menjawab bahwa pemerintah sudah siap namun masyarakat
Bandungnya belum, dimana pemerintah sudah mempunyai duit untuk membangun
fasilitas, namun pada akhirnya yang ada di Bandung dirusak dengan warga (tidak
dijaga) karena itu pemerintah jarang membangun fasilitas umum yang baik di
Bandung. Lalu Bintangpun kembali mengungkapkan pendapatnya bahwa rakyat belum
siap, karena mereka belum mempunyai mental orang kota. Akupun kembali
menambahkan, dan menanyakan kembali ke pendapat Bintang di awal, jika mereka
hanya 10 tahun sekali membuat KAA, maka aku menginginkan KAA dilakukan setiap
tahun supaya pada akhirnya Bandung menjadi bagus, teman yang lainpun tertawa
mendengar pendapatku, Bintangpun menanggapi bahwa memang rakyat Bandung belum
siap dan mereka saja tidak tahu apa arti KAA sendiri.., aku juga membalasnya
ada 1.178 dokumen negara yang mengatakan bahwa KAA memakai ‘P’ Konprensi Asia
Afrika, bukan menggunakan ‘F’ mungkin pengetahuan sekecil ini juga tidak
diketahui dengan warga Bandung, mereka hanya ikut memeriahkannya saja, lalu aku
juga menambahkan dengan pendapat Bintang tadi, memang seperti ajang pariwisata
buktinya saat KAA digelar tidak semua Tv menayangkannya padahal ada 2.800
wartawan yang datang pada hari itu dari seluruh dunia, namun yangku lihat hanya
Metro Tv yang menayangkan secara live saat para delegasi pidato.
Lalu Cissypun menanggapi memang
rakyat belum siap, karena dananya yang belum cair, lalu aku menanyakan, jika
dana belum cair mengapa dibuat infrastruktur yang berlebihan seperti trotoar di
Braga dan Riau menggunakan Granit yang harganya tinggi? Mengapa kalau begitu
para delegasi diberikan mobil seharga 2,4 M untuk 98 negara yang disediakan 60
unit Mercedes Benz E400 AMG? Mengapa tidak mobil menggunakan mobil negara yang
sudah ada? Lalu bintangpun menanggapi, memang sangat disayangkan uang untuk
transportasi yang belum diberi anti peluru, seharusnya dibuat untuk pembangunan
yang lain...
Lalu Alrypun menanggapi pendapatku, memang cukup disayangkan uang hanya
dipakai untuk transportasi bukan untuk pembangunanya, lalu Alannapun mengatakan
pendapatnya bahwa ia senang dengan antusias warga Bandung...
Fishbowlpun selesai, sudah 1 jam kami berdebat meskipun cukup boring namun cukup untuk mengencerkan
otak. Bagaimana menurut anda KAA kemaren yang diselengarakan di Bandung? Sukses
atau tidak?

Komentar
Posting Komentar