Barang tidak berguna penghasil uang

            Pilah sampah sekarang menjadi hal yang telah dilaksanakan dengan seluruh dunia sejak dulu. Bahkan sekarang Indonesiapun mempunyai satu semboyan “kebersihan adalah sebagian dari iman kita” Namun kehidupan modern seperti sekarang tidak terlepas dari sampah, terutama penggunaan sampah plastik. Meskipun beberapa kota sudah mendapatkan “reward” sebagai kota terbersih diIndonesia, namun hal tersebut tidak terlepas dari masalah pemilahan sampah. Hingga saat ini, pemerintah masih hanya membiarkan semua sampah dibuang ke TPA, dimana pada TPA semua jenis sampah tercampur. Sekarang baru mulai melakukan pengurangan plastik namun bukan pemilihan. Kalau pemilihan artinya dipisahkan dan disatukan dalam satu jenis sampah namun kalau mengurangi, adalah untuk membantu lingkungan agar beban sampah di TPA tidak terlalu berat. Jenis – jenis sampah pada garis besar dibagi menjadi 2 jenis yaitu anorganik dan organik. Dalam proses pemilihan sampah, dilakukanlah untuk memisahkan antara 2 jenis sampah tersebut. Jika melakukan proses pemilahan kita akan dapat melakukan (recycle) daur ulang pada sampah yang sulit terurai. Berikut ini adalah beberapa contoh pemilihan dinegara-negara maju.

 Amerika Serikat
            Untuk studi kasus pertama, aku memilih di Amerika serikat karena semua ini berdasarkan pengalaman yang melakukan pilah sampah hingga ke tempat akhir pembuangan. Masyarakat diAmerika sangat menyukai minuman bersoda, hingga disetiap toko perbelanjaan selalu terdapat finding machine dimana isinya hanya menjual minuman soda dengan kemasan plastik. Pintarnya pemerintah disana untuk mengurangi masalah botol plastik adalah dengan menyediakan tempat “pengembalian”. Tempat ini berguna jika masyarakatnya sudah menghabiskan soda mereka, mereka dapat mengembalikannya ke tempat tersebut dimana pada tempat tersebut akan ditukarkan dengan uang, memang tidak besar namun cukup lumayan. Selain untuk mengembalikan sampah plastik, tempat tersebut juga dapat mengembalikan sisa-sisa peternakan atau pertanian. Karena disana rumah-rumah dipinggiran kota mempunyai lahan yang luas, mereka dapat bercocok tanam. Sisa-sisa hasil pertanian atau peternakan dapat ditukar juga dengan uang, seperti pada saat itu satu pohon kami tumbang akibat hujan deras, karena sudah tidak bisa hidup kembali maka pohon tersebut dibawa ke tempat “pengembalian” tersebut dan ditukar menjadi uang, dimana dari tempat tersebut akan diolah kembali menjadi barang yang berguna. Kesimpulannya, masyarakat disana sudah melakukan pemilahan sampah meskipun dibantu dengan pemerintah agar para masyarakatnya sadar akan lingkungan. Akhirnya pemerintah sana menyediakan tempat dan sampah hasil kita dapat ditukar menjadi uang.

Jakarta

saat dilakukan penimbangan
            Ibukota Indonesia, sistemnya tidak beda jauh dengan yang ada di Amerika. Saat ini, sudah banyak bank sampah diJakarta yang bisa dikunjungi. Bank sampah mirip dengan yang ada di Amerika, 

proses pengomposan
namun perbedaannya kebanyakan bank sampah tidak dikelola dengan Pemerintah. Dijakarta sampah yang dijual ke bank sampah akan diolah secara mandiri dengan pengelola bank sampah tersebut tidak seperti yang terdapat di Amerika, dimana mereka seperti botol plastik dikembalikan kepada perusahaan tersebut agar dapat didaur ulang. Banyak orang sudah mengetahui bank sampah ini, yang sekarang telah membuat orang memisahkan sampah anorganik agar dapat didaur ulang. Atau kebiasaan warga Jakarta seperti diperumahaan eyangku mereka memberikan sampah anorganik kepada tukang loak atau sampah plastic diberikan kepada pemulung agar mereka yang mendapatkan uang. Secara garis besar sistemnya mirip namun disana dikelola dengan pemerintah, disini perorangan. Selain sampah anorganik, terdapat beberapa bank sampah yang dikelola menjadi kompos seperti TPST di kawasan Rawasari, Jakarta

http://inswa.or.id/?page_id=398 
http://kebersihan.jakarta.go.id/dki-tingkatkan-program-daur-ulang-sampah/

Komentar

Postingan Populer