Bertukar Pendapat
Seperti biasa,
Hari kamis ini kami melakukan diskusi fishbowl
namun dengan topik yang diajukan dengan temanku yaitu Franklin, ia memberikan
ide mengenai topik yang akan dibahas di diskusi fishbowl kali ini. Topik yang
diajukan dengan Franklin yaitu ”apakah teknologi membuat kita bodoh atau
membuat kita pintar”
Diskusipun dimulai dari salah
satu teman kami yaitu Franklin karena yang memberikan ide yang akan
didiskusikan. Ia menyatakan bahwa yang memakai teknologi bodoh atau pintarnya
adalah tergantung dengan konsumen pengguna teknologi terkini mulai dari gadget
yang sering dipakai dan laptop yang sering digunakan bagi semua kalangan
pelajar. Lalu setelah ia selesai dengan pendapatnya Bintangpun menanggapi
pendapat Franklin bahwa yang membuat teknologi pintar atau bodohnya adalah
tergantung dari konsumen pengguna teknologi, karena luasnya internet hari ini
membuat orang semakin malas dengan membaca buku yang susah ditemukan.
Cissy pun melanjutkan pendapat
dan menanggapi pendapat Franklin, yaitu teknologi tidak yang namanya membuat
bodoh atau pintar, namun kembali dengan pengguna konsumennya karena teknologi
hanyalah sarana yang dibuat untuk memudahkan, bukan untuk menjatuhkan, Alanna
pun setuju dengan pendapat Cissy. Lalu Bintangpun melanjutkan dengan
melontarkan pertanyaan, yaitu “mengapa menurut Frank teknologi selalu
berhubungan dengan bodoh maupun pintar?” lalu Franklin menjawab dari sana ia
dicoba untuk dijatuhkan, lalu franklin menyikapi dan menjawab dengan nada orang
dijatuhkan “saya membuat topik tersebut karena apa yang saya lihat adalah
pengalaman saya karena manusia jaman sekarang sangat bergantung teknologi dan
membuat pemalas pengguna teknologi khususnya bagi pengguna Laptop.
Lalu dari sana saya menyikapi
pendapat Franklin, bahwa menurut saya “teknologi dicipatakan bukan atas dasar
menjatuhkan, dan dibuat untuk memudahkan manusia melakukan kegiatan
sehari-harinya, kalau anda Frank apakah anda lakukan? Pasti bermain game namun
mendahulukan pr terlebih dahulu” Franklin pun menanyakan kembali “apa yang kau
lakukan dengan laptop?” pantas saya menjawab dengan jujur “menggunakan laptop
hingga larut malam untuk bermain game namun dengan syarat mengerjakan pr
terlebih dahulu” lalu setelah hampir 10 menitan berdebat dengan Franklin,
sayapun keluar menyuruh Florian maju ke depan.
Setelah itu, Raypun menanggapi
yang Franklin, kalau menurut saya meskipun saya sendiri menggunakan Laptop
untuk sehari-sehari dan kurang menyukai untuk baca buku, namun saya akan tetap
tidak menghilangkan cara lama yaitu menggunakan buku jika darurat, karena
prinsipnya jika kita mencari di Internet akan lebih banyak datanya juga
sebagian ada yang tidak dapat dipercaya, jika sebaliknya kita mencari di buku,
walaupun susah mencari bukunya sendiri namun kita akan langsung menemukan
banyak hal. Setelah itu Alrypun menanggapi pendapatnya dan sayapun setuju
dengan ini, ia mengatakan di dalam dunia teknologi adanya orang yang
menggunakan tambah pintar karena banyak mencari data-data.
Di hal lain juga, Martin juga
menyatakan pendapatnya mengenai teknologi bahwa pasti orang pernah bermain game
di laptop, dan dijadikan bahan hiburan bukan dibuat untuk fungsi sebenarnya
yaitu untuk bekerja. Franklinpun menambahkan bahwa semua adalah ketergantungan
dengan pengguna teknologi. Lalu
Khansapun menanggapi juga, menurutnya orang yang banyak membuak laptop akan cenderung
lebih malas dibandingkan dengan orang yang jarang membuka laptop, sayapun mulai
menanyakan karena ingin mengetahui game apa saja yang mereka mainkan, ternyata
rata-rata mereka memainkan game yang mengelola tempat supaya tempat tersebut
menjadi bagus, seperti misalnya game Simcity, ada juga game strategi dimana
kita juga dapat bermain game berpikir yaitu COC (clash of Clans)
Khansapun melontarkan pertanyaan,
“jika teknologi membuat bodoh, mengapa teknologi terus berkembang”menurutku ini
pertanyaan bagus sekali dan sangat masuk akal. Raffa dan Bintangpun menanggapi
hal tersebut, menurut mereka adalah teknologi dibuat karena tanda kemajuan
manusia, hanya saja penggunanya yang bodoh. Lalu Raypun menanyakan, “lalu
mengapa teknologi dibuat lebih baik?” lalu Kelana menjawab dengan tegas dan
akupun setuju dengan jawabannya, yaitu teknologi dibuat supaya perusahaan
tersebut dapat menghasilkan banyak uang dimana semakin banyak pengguna. Setelah
beberapa jawaban sudah dilontarkan kepada Ray dan ia puas, Cissypun masuk
dengan menanyakan pertanyaan yang tidak dipikirkan teman lain, yaitu “apa arti
teknologi bagi kalian?” Bintangpun menjawab pertanyaan tersebut, ia menjawab
bahwa teknologi adalah suatu fasilitas bagi pengguna yang biasanya bermanfaat,
lalu Khansapun menjawab berbeda, menurutnya teknologi adalah perkembangan
pemikiran manusia dari zaman ke zaman.
Setelah pertanyaan selesai,
Martinpun kembali bertanya “mengapa dibuat teknologi perang, dimana sekarang
teknologi perang malah dibuat untuk menghancurkan?” Cissy pun maju dan
menanggapi, bahwa teknologi perang digunakan untuk pertahanan diri atau suatu
kelompok, akupun menjawab berbeda, bahwa teknologi sebenarnya dulu bukan dibuat
untuk saling membunuh satu dengan yang lainnya namun dulu dibuat untuk
melindungi diri dari binatang buas yang ada mulai dari tombak hingga sekarang
senapan mesin, namun dari situ orang menyalah gunakannya menjadi untuk benda
saling membunuh satu dengan yang lainnya.
Setelah 1 jam-an diskusi ini
berlangsung, diskusipun selesai dengan penutup kesimpulan, kesimpulanku adalah,
Teknologi dibuat untuk membantu manusia dan mempermudah pekerjaan manusia,
namun terlalu banyak menggunakan tidak baik, karena semua yang anda lakukan
dengan cara berlebihan maka akan diakhiri dengan kata berbahaya. Saya sendiri
menyikapi teknologi biasa saja, hanya sebagai hiburan dan fasilitas untuk
mempermudah saya menyelesaikan pekerjaan dari sekolah, saya remaja dan saya
tahu bahwa remaja tanpa gadget akan mati gaya mungkin menurut saya para remaja
boleh menggunakan gadget namun tahu kapan anda harus berhenti, dan dengan
syarat bahwa pr dan masalah hal lain sudah selesai.


Komentar
Posting Komentar