5 baju, 4 bulan, 15.000 Km

Tadi Siang, kelas saya dikunjungi oleh Kaka Ichak. Beliau orang yang cukup ramah dan sering becanda dimana ia berbicara disana ada tawaan dan cadaan. Ichak kelahiran tanah Jawa ini, pernah keliling dunia dengan jalan kaki, menelusuri 10 negara untuk bisa sampai di Arab sehingga ia bisa umroh. Banyak yang menarik dari ka icak ini, selain hobi traveling ia juga tidak lupa untuk menghasilkan jepretan foto bintang 5.
                
Karena hobi beliau adalah traveling, ia melakukan perjalanan panjang yang dimulai dari Bandung hingga Arab Saudi dengan jalan darat, melewati Singapura, China, Kyrgistan, Iran, Jordania. Namun tidak semua berjalan sesuai dengan rencana, selalu ada hambatan di setiap perjalanan terutama masalah dengan ijin visa. Karena ia tidak diperbolehkan mendapatkan Visa, ia gagal untuk mencapai Arab Saudi, sehingga ia memtuskan untuk melanjutkan perjalanan keliling Turki.

Singkat cerita mengenai perjalanan  ka Icak, di awal perjalanan, baginya tidak ada masalah maupun hambatan karena di Asean kita tidak menggunakan visa untuk bepergian antar negara Asean. Namun, masalah menghampirinya pada saat ia di Burma karena beliau susah mendapatkan ijin masuk ke negara tersebut ia berputar melewati Laos dan langsung ke China lalu mendaki ke Tibet. Yang kaget, dan fakta menariknya disini adalah ternyata orang Indonesia sulit untuk dapat tinggal maupun jalan-jalan di Tibet, namun tidak masalah jika traveling menggunakan travel agent ke Tibet, katanya membutuhkan dana Rp 10 juta untuk membuat ijin masuk ke Tibet dan belum tentu diterima. Tidak hanya Tibet, Indonesia juga di memiliki hubungan diplomasi dengan Myanmar (Burma), Taiwan, dan Israel sebagai contoh.
               
Hubungan Indonesia dengan 3 negara tersebut tidak terlalu akrab, karena masalah kenegaraan. Sebagai contoh Taiwan, karena Indonesia sangat  dekat dengan China dan menganggap bahwa Taiwan adalah bagian dari China yang padahal Taiwan berbeda negara dengan China. Beda halnya dengan Hongkong, meskipun Hongkong sudah menjadi bagian dari China, Hongkong diperbolehkan untuk membuat mata uang sendiri dan pemerintahan sendiri.
               
Karena Tibet banyak masalah, Ka Icak melanjutkan perjalanan melewati Kyrgyzstan yang berada di sebelah barat China. Menurutnya, banyak hal yang menarik disana mulai dari kebiasaan hingga gaya hidup. Disana banyak hal yang tidak biasa bagi orang Indonesia khususnya di pemakaman. Karena tanah di negara Kyrgyzstan keras, mereka harus membiarkan mayat di tanah kosong dan dibiarkan dimakan dengan burung khas yang ada disana. Ada cerita juga mengapa kebiasaan mereka kenapa jenazah dibiarkan dimakan dengan burung, karena itu melambangkan arwah mereka pergi di bawa ke langit dan akhirnya ke sorga.
               
Lalu setelah melewati masalah-masalah di setiap negara yang ia lewati, Ka Icak melanjutkan perjalanan ke Iran, ia kaget disana karena dimana situasi sedang memanas dengan ISIS, Ka Icak merasa tercengang dengan apa yang ia amati selama di Iran. Keadaan begitu berbeda setelah ia masuk perbatasan, meskipun seperti suasana perang namun orang-orang disana tetap santai dan sifat toleransinya masih ada. Menurut Ka Icak sendiri, pengalamannya sendiri saat di Iran, ia menyatakan bahwa orang-orang di Iran adalah orang yang paling selama sepanjang perjalanan karena sifatnya yang inisiatif membantu orang.
               
Setelah itu, karena masuk Arab Saudi tidak bisa, ia memutuskan untuk mengakhiri perjalanan di India dimana saat ia memijakan sepatunya di aspal India ia merasa banyak ditipu. Saat baru datang di salah satu bandara di India yang berangkat dari Jordania,  ia ditahan dengan imgrasi India karena visa on arrival tidak berguna, karena Ka Icak tidak membeli tiket keluar India ia hanya membeli tiket datang ke India. Akhirnya Ka Icakpun diam di imigrasi selama hampir malam, dan mengurus visanya, akhirnya Tuhanpun membantu Ka Icak dibebaskan namun dengan syarat cepat segera membelii tiket Pesawat, ia datang ke sebuah travel agent, ternyata travel agent tersebut adalah perusahaan yang terkenal dengan penipuannya.

               
Setelah masalah di India selesai, ia membeli tiket untuk langsung pulang ke Indonesia dan perjalananpun selesai. Ia banyak berbagi kepada teman-teman Andaliman mulai dari pengalaman hingga pelajaran. ingin melihat foto perjalanan Ka Icak? follow instagramnya @darmastyo 

-ethan- @ethannahte18

Komentar

Postingan Populer