Sahabat Rahasia
Penerbit : Andi
Publisher
Tanggal Terbit :
November 2011
ISBN: 9789-7929-2659
Jumlah Halaman : 162
Jumlah Halaman : 162
Sebuah
rumah besar dengan pagar besi dengan cat hitam, bangunannya besar berlantai 2
yang bercat coklat muda, dan terlihat rumah paling besar, mewah dan elegan di
kampung Sukasari, rumah tersebut Nampak tertutup rapat, pintu depan rumah besar
itupun Nampak jarang sekali terbuka pintunya, rumah besar itu seperti tidak ada
orang di dalamnya, padahal Danang, dan keduan teman lainnya tahu bahwa ada
keluarga yang baru menempati rumah besar tersebut.
Arif, Indro, dan Danang memulai
pengamatannya, mereka mulai mengamati yang terjadi di dalam rumah tersebut,
mulai dari kesehariannya dan orang-orang yang datang ke rumah besar tersebut.
Mereka bertiga membagi tugas, ada yang mencari di koran tentang rumah besar
tersebut dan mengamati apa yang terjadi di dalam dan diluar rumah tersebut,
saat mereka bertiga bertemu di salah satu rumah mereka, mereka tidak menemukan
sesuatu yang berharga, karena hobi mereka bermain bola Danang, Arif, dan Indro
bermain bola dengan anak-anak yang lainnya dari kampong Sukasari dan kampong
tetanggga. Saat bermain bola beberapa kali Indro melihat kearah rumah besar
tersebut khusunya kea rah loteng rumah besar tersebut, Ia melihat sesosok orang
yang beberapa kali melihat ke arah Indro dan anak-anak lainnya yang sedang
bermain bola. Sosok tersebut seperti terlihat gundul dari bawah lapangan dan ia
terlihat sangat malu jika dilihat dengan Indro.
Sesuai dengan perjanjian, mereka
bertiga berkumpul di rumah Indro, karena rumahnya yang berhalaman besar dan
rumah yang paling dekat dengan rumah besar tersebut. Disana mereka bertiga
mengobrol seputar rumah besar tersebut, pengamatan mereka mengalami kemajuan,
mereka melihat setiap sore ada anak menggunakan kursi roda jalan-jalan dengan
pengasuhnya, mereka mengira bahwa rumah tersebut adalah rumah korban
penyandaraan karena mereka tidak pernah terlihat berbincang-bincang dengaqn
orang sekitar rumah tersebut. “Tapi ada juga yang ngomong kalau rumah itu punya
seniman terkenal” ucap Danang, “kemungkinan besar anak itu adalah anak seniman
itu! Makannya ada supir dan pengasuh yang menjaganya, kedua orang tuannya
terlalu sibuk untuk mengurus anaknya” ucap Arif. Mereka bertiga setuju untuk
bermain bola di lapang yang kosongt itu, untuk melihat apakah sosok yang tadi
mereka lihat akan kelur dan terihat lagi dengan mereka.
Setelah itu mereka langsung bermain
bola dan berharap sosok dari rumah itu terlihat lagi. Saat bermain bola Arif
melihat bahwa ada sosok yang melambai tangan ke arahnya, sosok tersebut gundul
mirip dengan yang kemarin dilihatnya, ia balas melabai kepada anak gundul itu,
setelah beberapa lama, anak tersebut melempar kertas kepada mereka, Indro,
Danang, Arif langsung memungutnya setelah mereka melihat keatas, anak tersebut
sudah tidak ada, mereka membacanya “Besok datang ya, aku tunggu di gerbang
belakang jam 4, salam Bimo”. Keesokan harinya mereka bertiga langsung menuju
gerbang belakang tanpa terlihat siapapun, mereka menunggu hingga waktu hamper
menunjukan pukul 5 sore. Bimopun datang dan mengucapkan “halo” kepada
mereka, mereka bertigapun diajak masuk
ke dalam rumah Bimo, mereka melihat didalam rumah tersebut sangat bagus, mewah
dan sangat elegan, mereka tercengang. Setelah mereka masuk ke kamar Bimo mereka
bertiga melihat banyak sekali property yang sangat mewah dan yang mereka tidak
miliki di rumah mereka, seperti Komputer, dan AC. Mereka belajar banyak tentang
BImo, dan mereka terkejut bahwa Bimo adalah anak artis seniman yang terkenal,
mereka belajar banyak mengenai dunia Internet dari sahabat rahasia mereka.
-Ethan-



Komentar
Posting Komentar