Kunci menuju Kesuksesan
Dimensi Keempat
Penerbit : PT visa anugrah Indonesia
Jumlah halaman : 239 halaman
ISBN : 978 – 602 – 1315 – 02 - 6
Buku dimensi keempat ini adalah buku yang mengandung
pelajaran agama. Buku ini dibuat dengan Pendeta yang bernama Yonggi Cho.
Pendeta ini tinggal di daerah yang Seoul, ibukota negara Korea Selatan. Yonggi
Cho adalah pendeta senior dari Gereja terbesar di dunia yaitu Yoido Full of
Gospel. Di Seoul, Gerejanya dapat menampung lebih dari 850.000 jemaat gereja,
selain itu ia juga menjadi presiden dari Chruch Growth Internasional.
Disini kita diajarkan
banyak hal untuk dapat mencapai dimensi keempat. Pertama di dalam hukum iman,
ada 3 yang harus dilakukan, yang pertama kita harus mempunyai prinsip yang
jelas, keinginan yang membara, berdoa untuk mendapatkan iman yang besar, dan
perkatakan. Prinsip membayangkan yang jelas, dimana anda harus membayangkan apa
yang diinginkan hati anda. Bayangkan saja terus menerus, bayangkan anda
memegang benda yang ingin anda punya karena apa yang anda bayangkan akan
diberikan kepada anda. Dulu saya menginginkan satu hal, yaitu Zenfone dan
Laptop, setelah membaca buku ini saya mengikuti urutannya dan mulai
melakukannya saya mulai untuk membayangkannya.
Prinsip kedua yaitu, mempunyai keinginan yang membara
saat saya melakukannya, saya hanya memikirkannya setiap hari, setiap menit,
keinginan yang membara itu adalah anda tidak “plin-plan” jadi saat anda ingin
Mobil, besoknya menjadi motor. Jadi di Prinsip yang ketiga ini, anda harus
mempunyai keinginan yang membara dimana kita tidak ganti-ganti apa yang
diinginkan hati kita jadi disini kita harus belajar konsisten. Banyak orang
disaat berdoa, mereka menanyakan “Tuhan, mengapa doaku tidak dijawab?” padahal
setelah mereka keluar Gereja juga sudah melupakan hal yang mereka inginkan,
karena amsal 10:24 ditulis “Keinginan orang benar akan diluluskan”. Jadi untuk
mendapatkan apa yang diinginakan hati kita, kita harus mempunyai Prinsip yang
jelas dan Keinginan yang membara.
Prinsip ketiga, adalah
berdoa untuk mendapatkan keyakinan. Jadi di setelah Prinsip membayangkan dengan
jelas, dan keinginan yang membara, selanjutnya kita harus melakukan doa untuk
mendapatkan keyakinan bahwa apa yang diminta akan datang kepada anda. Di
prinsip yang ketiga ini, kita perlu kepastian. Seperti Orang Barat, mereka
mempunyai waktu yang sibuk dan harus menyesuaikan waktunya, dengan hidup yang
serba instan namun pada saat mereka berdoa hanya menghabiskan waktu kurang dari
10 menit, terkadang mereka mengatakan “Tuhan, mengapa doaku tidak jawab, aku
hanya mempunyai sedikit waktu jika engkau tidak menjawab doaku lupakanlah”
perkataan seperti itulah yang membuat Tuhan tidak memberikan apa yang anda
inginkan karena tidak ada kepastian di dalam hati anda.
Prinsip keempat, yaitu
selalu perkatakan. Setelah anda bayangkan, mempunyai keinginan yang membara,
serta berdoa selanjutnya anda perlu perkatakan apa yang anda inginkan. Karena
buku ini sudah banyak saya baca dan banyak dijelaskan dengan Pendeta, saya
terinspirasi karena pada saat itu saya sangat menginginkan Laptop dan Zenfone. Saya mengikuti prinsip pertama hingga
keempat. Dari sana, saya mulai membayangkan di meja belajar saya terdapat
Laptop dan Zenfone dan saya selalu membayangkannya setiap hari, setiap saya
ingin mulai mengerjakan prpun saya membayangkan terlebih dahulu. Setelah dari
itu, sayapun berpuasa selama 16 Jam dari jam 8 malam sampai jam 12 siang. Di
lain waktu, Gereja sayapun juga mengadakan doa puasa setiap malam, dimana
minggu puasa yang ditentukan pada minggu pertama. Di Gerejapun saya berdoa, dan
perkataan yang positif, serta memperkatakan bahasa roh. Saya menolak Lenovo
yang tadinya untuk saya, namun saya menolaknya dan menunggu Tuhan menjawab doa
saya, karena disini saya mengikuti Prinsip doa yang kedua yaitu mempunyai
keinginan yang membara. Doa saya belum dijawab dengan Tuhan, 2 bulan, 3,4 bulan
berlalu. Pada bulan yang ke-lima, jatuh pada bulan Januari 2015 Tuhan menjawab
doa saya, ia memberikan saya Asus Zenfone yang saya idamkan dan inginkan. Dilain
Waktu, saya juga sudah mendapatkan Laptop yang saya doakan dan idamkan.
Semenjak itu, saya bersyukur dan selalu membaca alkitab setiap Pagi.
Coba, mulai sekarang anda
bayangkan mulai dari hal kecil, mungkin mulai dari doakan keluarga anda,
pendidikan anda, sampai kesehatan anda, perbanyak bahasa roh karena jika kita
berbahasa Roh otak imajinasi kita yang bekerja sehingga membuat dimensi keempat
lebih mudah bekerja dan hal tersebut sudah dibuktikan dengan para ilmuwan,
Imani, Perkatakan, alami.
(Percayalah maka engkau akan diberi, berdoalah maka engkau akan diberkati),
saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca untuk semua kalangan mulai
dari anak- anak hingga orang dewasa. Buku ini saya pilih, karena telah menginspirasi
saya dan menuntun saya ke jalan yang benar, sehingga membuat saya mendapatkan
apa yang diinginkan hati saya.
-Ethan- resensi Buku
Dimensi Keempat



Komentar
Posting Komentar