De Groote Postweg

Daendals
Nama panjang Herman Willem Daendals Lahir di Hattem Gelderland 1762,
Belanda dan meninggal 1818 di Pantai Emas, Elmina akibat sakit Malaria. Awalnya
ia diangkat menjadi Gubernur Jendral pada tahun 1808, Daendals dipanggil Raja Louis untuk diutus
menjadi Gubernur Jendral di Hindia Belanda. Daendals berlabuh di Sunda Kelapa,
Batavia pada tahun 1808, dan menggantikan gubernur jendral Albertus Weiss.
Setelah Daendals menjadi Gubernur
jendral Hindia Belanda, Daendals membuat beberapa kebijakan yaitu membuat jalur
raya pos, meningkatkan jumlah prajurit, membuat pabrik militer dan pada saat
itu Daendals tahu bahwa kekuatan Perancis dan Belanda di Jawa tidak akan kuat
menghadapi armada Inggris Daendals membangun sejumlah tempat militer seperti ia
membangun rumah sakit dan tangsi-tangsi militer baru, di Surabaya ia membangun
pabrik senjata, dan dibangunnya Lodewijk di Semarang ia membangun pabrik
meriam, di Batavia ia membangun sekolah militer dan membangun proyek yang cukup
terkenal yaitu Jalan Raya pos atau yang dikenal sekarang dengan Jalur Pantura.
Jalan Raya Pos, dimulai pembuatannya pada tahun 1808 –
1810. Daendels membuat jalan raya pos dengan 2 tahap, yaitu tahap pertama (1808-1809)
dengan membangun jalan dari Anyer hingga Batavia, dimana Daendels ingin
menghubungkan 2 pelabuhan yaitu Merak dan Tanjung Priok. Di tahap Kedua (1809 –
1810), Daendels melanjutkan pembangunan Jalan Raya Pos melewati Anyer – Batavia
– Buitenzorg – Bandung – Sumedang – Kadipaten – Palimanan – Cirebon –
Pekalongan – Semarang – Surabaya dan langsung ke PanarukanJalan raya pos
sekarang dikenal dengan jalur Pantura dan sangat berguna untuk ekonomi negara
dan menguhubungkan kota – kota yang perekonomiannnya baik supaya aksesnyapun
lebih cepat. Pada saat jaman Daendals sebelum dibangun jalan Raya Pos,
Digunakan selama 40 Hari untuk menempuh perjalanan dari Anyer hingga Panarukan (1.000
Km) namun setelah Jalan Raya dibangun hanya ditempuh dalam waktu 7 hari.
Daendals memilih untuk melewati jalur Bandung tidak langsung melewati Cikampek
dan Indramayu karena menurut yang kami riset, Bandung dan Buitenzorg (Bogor)
adalah kota yang besar dan mempunyai pusat pemerintahan dan pariwisata terutama
Bandung dimana ada Gedung Sate, jika mereka melewati Indramayu memang akan lebih menghemat waktu
namun disana tidak ada kota pusat pemerintahan dan kota besar.
Data
|
|
Anyer
|
Anyer berada di ujung barat
Jawa, ditetapkan sebagai tempat masuk dan keluarnya perdagangan dan ekonomi.
|
Batavia
|
Ibukota dan pusat
Pemerintahan berada di Batavia, Kota ini paling banyak jalan yang dilewati
dengan jalan Raya pos dibandingkan kota lainnya yang hanya satu jalan untuk
numpang lewat, dan di Batavia dibangun
sekolah militer untuk memperbanyak prajurit dan pabrik meriam.
|
Buitenzorg
|
Dilewati jalan Raya Pos
karena buitenzorg dulunya menjadi pusat keramaian dan pusat pariwisata dan
tempat tinggal para pejabat Hindia Belanda
|
Bandung
|
Kota Paris van Java ini
dilewati karena dibuat untuk pusat latihan militer dan tempat tinggal para
prajurit dan jendral, dan dilewati karena pusat pemerintahan Jawa Barat. dan awalnya dibuat untuk pertemuan internasional dan pertemuan tamu negara. Jalan Raya pos ini melewati Jalan Diponegoro dan berlanjut hingga Cileunyi.
|
Brebes – Tegal – Pemalang –
Pekalongan
|
Kota-kota kecil ini diputuskan
untuk dilewati dengan Daendals karena kota ini dekat dengan laut, jika
mengirim pasukan akan lebih mudah dibandingkan dengan pantai selatan karena
cuacanya yang ganas dan ombak yang tinggi.
|
Semarang
|
Pusat pemerintahan Jawa
tengah, dan semarang memiliki banyak halaman luas dan daerahnya yang memiliki
akses mudah dengan pelabuhan, di Semarang dibangun pabrik senjata dan membangun
Benteng Lodewijk untuk pertahanan.
|
Demak
|
Kota-kota ini dipilih karena
Demak berdekatan dengan Semarang, dan pada saat itu Demak adalah kota penting
dimana masih banyak bekas keturunan raja yang dapat berperang.
|
Surabaya
|
Kota ini dilewati karena
Surabaya adalah pusat pemerintahan Jawa timur dan terdapat banyak pejabat
Hindia Belanda di Surabaya.
|
Panarukan
|
Akhir dari jalan Raya Pos,
berada sebelah ujung Timur pulau Jawa.
|
Masalah Pembangunan Jalan Raya
Pos
Jalur yang
berusia 200 tahun ini, adalah jalur terpadat di Indonesia dan saat ini jika
pada saat orang mudik jalur pantura pernah menjadi “Jalan antar kota Terpadat
di Dunia” namun jika diluar hari – hari khusus, Jalur pantura menjadi pusat
ekonomi dimasa ini dan menghubungkan 4 kota besar di Jawa Jakarta, Bandung,
Semarang, dan Surabaya.
-Ethan-

.jpg)



Komentar
Posting Komentar