Anak Bantul
Panggil saja abi, lahir di Bantul pada tahun 1978. Dahulu, ia sangat menyukai bertenak buktinya pada saat kecil ia menyukai untuk berternak dan mempunyai beberapa hewan ternak seperti bebek, dan sapi. Pada saat di Bantul masih bisa berternak karena pada saat itu lahan disana masih memungkinkan untuk dibuat peternakan.
Dulu, ia menyukai
pelajaran bahasa Indonesia, karena pada jaman dulu ia sangat suka untuk
bercerita dan senang untuk bercerita dan suka untuk bercerita selain itu yang
uniknya ia menyukai karena guru bahasa Indonesianya pada saat itu gurunya
cantik jadi katanya satu kelas suka pelajaran bahasa Indonesia. Pada saat ia
sekolah, ia belum punya kendaraan bermotor, jadi pada saat itu ia memakai
sepeda untuk ke sekolah terutama pada saat SMK jarak dari rumah seperti jarak
dari rumahnya yang berlokasi di Cisitu Indah dalam 5 sampai ke alun2 kota
Bandung. Pada saat itu, katanya masa dimana paling tidak menyenangkan karena
jarak sekolah yang jauh dan harus ditempuh lebih sering dengan sepeda, karena
jika menggunakan bus uang yang harus dikeluarkan sangat mahal, meskipun lebih
cepat. Namun pada saat dirinya SMP, jarak ke sekolah lebih dekat karena masih
di satu kampung, sedangkan pada saat SMK sekolahnya berada di tengah kota
Yogyakarta. Ia Memilih SMK, karena adanya pelajaran seni rupa, karena pada saat
kuliah ingin menjadi guru di IKIP (institut keguruan ilmu pendidikan) Ia
menjadi jurusan yang menjadi guru karena pada saat Kuliah ia dipilih ke jurusan
tersebut. Namun pada saat ia sekolah, ia
sering bolos sekolah bersama teman-temannya jika pelajaran sekolah yang tidak
terlalu dibutuhkan, dan mereka bersama-sama pergi ke Tugu Solo menaiki bis.
Pada tahun 1998, ia pindah
ke Bandung untuk menghindari kericuhan pada saat krisis militer. Ia memilih ke
Bandung karena pada saat itu lapangan pekerjaan di Bandung cukup banyak. Pada
saat di Bandung, ia memilih tinggal di Hegarmanah, dan sekaarang tinggal di
Cisitu Indah dalam 5, dan kalau dari rumah saya di Dago pakar tinggal menaiki
Jurusan Angkot Dago-Kalapa turun di Simpang Dago (Mcdonald) dan jalan hingga
cafe-halaman dan menaiki Cisitu-tegalaga dan turun hingga ujung, dan masuk gang
dan rumahnya tidak jauh dari Jalan besar


Komentar
Posting Komentar