Sejarah Anderpati Board Game

Tokoh yang paling berkesan adalah Yosaphat Sudarso, yang biasa dikenal dengan nama Yos Sudarso, kelahiran Salatiga 1925 ini sangat menginspirasiku meskipun didalam medan perang, Yos sudarso tetap ingin melanjutkan pendidikannya dan iapun masuk sekolah Giyu Usamu Buta dan menjadi lulusan terbaik di sekolah tersebut. Yang menjadi Inspirasiku juga adalah ia memasuki TNI angkatan laut dalam usia muda dan tetap semangat bekerja di TNI angkatan laut.
            Perannya dalam perjuangan Indonesia adalah dalam hal menyebarkan berita tentang kemerdekaan Indonesia di wilayah Indonesia timur, selain itu yang sangat diingat dengan adalah memperjuangkan Indonesia dan mengusir para penjajah Belanda yang masih bercokol di daerah Indonesia timur, hingga pada umurnya yang masih terbilang muda yaitu 33 tahun ia diangkat menjadi Komandan kapal, pada awalnya ia diangkat menjadi komandan kapal KRI Alu, KRI Gajah Mada, KRI Rajawali, dan KRI Pattimura. Dalam usia muda ia juga pernah bertugas untuk mengawasi perribangunan kapal perang Indonesia di Italia di usia muda dan bisa dibilang dengan hidup yang sangat singkat yaitu 37 tahun. Dengan umur 37 tahun tidak banyak orang dapat langsung sukses di usia muda khususnya dalam konteks Angkatan laut. Yos Sudarso berperan untuk mengusir penjajah dari Irian Barat dengan gerakan yang dibuat Soekarno yaitu Trikora. Yos Sudarso memimpin serangan pada sore 15 januari 1962 ia berada di kapal KRI macan tutul, ia sangat menjadi orang yang penting dalam perang di laut Arafuru. Ia menyuruh 2 kapal KRI Harimau, dan KRI macan kumbang untuk bermanuver untuk mengalihkan perhatian pesawat patrol Belanda. KRI macan tutul terkena tembakan dan meledak, dengan Yos Sudarso didalamnya, sebelum tenggelam penuh Yos Sudarso menggunakan Radio RPF dan mengatakan kepada seluruh anggota di kapal KRI dan pos-pos di seluruh institusi militer berbunyi “Kobarkan semangat Pertempuran”
            Sifat yang perlu ditiru dari Komodor Yos Sudarso untuk menjadi contoh untuk anak Indonesia adalah, Jangan terpengaruh dengan umur karena setiap orang jika berusaha melakukannya pasti akan sukses “membutuhkan pengorbanan untuk kesuksesan”, lalu sifat yang pantang menyerah, dan sifat semangat yang membuat Yos Sudarso menjadi Komandan Angkatan Laut di umur 33.
2. Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia segera dihadapkan langsung dengan beberapa masalah/ persoalan yang sulit. Masalah utama Indonesia adalah kedatangan tentara sekutu, pendaratan sekutu pertama pada akhir September 1945 dan pendaratan sekutu tersebut diboncengi dengan NICA (Netherlands – Indies Civil Administration) dan KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger). Persoalannya semakin rumit ketika pasukan sekutu (Inggris) karena masa tugas mereka habis pada Oktober 1946, sebelumnya Inggris ingin mempertemukan Indonesia dengan Belanda di meja perundingan. Namun pada saat itu Inggris dihadapi dengan masalah yang rumit, pertama ia harus menepati Potsdam, yaitu mengembalikan Indonesia di tangan Belanda yang sesuai dengan Civil Affair agreement yang dibuat bersama Belanda pada tahun 1944. Yang kedua Inggris sekutu memberikan pengakuan de fact kepada Indonesia yang dinyatakan dengan Jenderal Sir Philip Christison. Pada saat itu pemerintah RI menduduki tempat-tempat yang diduduki Inggris, pemerintah bermaksud mempertemukan dengan para wakil dari Belanda dengan para petinggi dari Indonesia dalam suatu konferensi meja bundar yang akhirnya ditolak dengan Belanda. Perundingan ini dilanjutkan di Jakarta dan kemudian dilanjutkan di Hoge Veluwe, Belanda, namun hasil dari perundingan ini Belanda hanya mengakui wilayah de facto atas Jawa dan Madura sedangkan pulau lainnya tidak diakui sebagai wilayah Indonesia. Setelah kegagalan di Hoge Valuwe, diutuslah duta baru Inggris yang memutarkan roda kembali yang macet setelah kegagalan Hoge Valuwe. Namun sebelum itu, RI terlebih dahulu mengadakan perundingan gencatan senjata, RI segera membentuk tim delegasi dengan ketuanya adalah Jendral Sudibyo, dan mereka mengusulkan 5 pasal. Perundingan gencatan senjata tingkat militer diadakan yang dimulai pada tanggal 20 dan tanggal 26 september 1946 dan mengalami kegagalan, Belanda menolak karena menurut mereka usul 5 pasal tadi terlalu luas dan menyangkut politik, bukan militer. Karena gagal pada perundingan gencatan senjata tingkat militer, dilanjutkan dengan perundingan politik yang berlangsung dan ditempatkan di Jakarta dan Linggarjati pada tanggal 7 oktober hingga 15 november 1946, perundingan tersebut berhasil mencapai persetujuan RI dan Belanda yang dikenal dengan “Perjanjian Linggarjati”
            Menurutku, jika tidak ada peristiwa Perjanjian Linggarjati Belanda tidak akan Mengakui wilayah Indonesia, dan mungkin Indonesia akan mendapatkan agresi militer terlebih dahulu jika tidak ada perjanjian, dan akan tetap menguasai Indonesia dan sangat sedikit celah yang ada untuk kembali merebut pulau lainnya dari tangan Belanda. Peristiwa ini menjadi penting karena membawakan Indonesia untuk dapat berunding pada Belanda agar memberikan wilayah kekuasaannya untuk Indonesia, dan menentukan besar wilayah Negara Indonesia kedepannya.
3. Proses pembuatan Board game pada awalnya,kami dikenalkan board game dari seluruh dunia, yang tadinya kami hanya mengenal board game seperti catur, monopoli, ludo, hama, dan kartu remi, setelah dikenalkan tentang board game yang ada di dunia, kami melakukan riset terlebih dahulu riset tentang peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu 1908 – 1955, dan board game yang kami buat harus mengenai tentang sejarah Indonesia. Kami dibagi menjadi 4 kelompok, dan hanya khusus untuk kelompok riset, dan kita riset wajib untuk dapat minimal 30 peristiwa beserta tokoh yang berkonstribusi untuk peristiwa tersebut dan merelisasikannya.  Lalu setelah selesai pada tahap riset, kami membuat konsep mengenai board game yang ingin kami buat (dibuat masing-masing  orang).  Harapanku untuk Board game ini adalah orang Indonesia dapat lebih cinta akan sejarah Indonesia yang sangat indah ini, dan lebih jauh untuk mencintai Indonesia dan lebih mengenal kota-kota di Indonesia juga lebih belajar mengenai sejarah Indonesia. Tujuan board game yang kita namakan Anderpati ini supaya masyarakat Indonesia lebih mengenal Indonesia lebih jauh, juga agar hal-hal yang tradisional tidak kalah saingnya dengan unsur-unsur dari luar negeri, yang membuat hilangnya keanekaragaman Indonesia. Kami memasukan unsur-unsur sejarah dalam board game tersebut dalam bentuk trivia, yaitu dalam bentuk pertanyaan sejarah, dan dibuat banyak agar orang lebih banyak tahu tentang sejarah dan mempersulit permainan.
Pendapatku mengenai belajar sejarah dengan membuat board game sangat asyik, jadi kita tidak terlalu pusing untuk mengahafalkan tahun-tahun yang ada di sejarah, jika menggunakan board game aku merasa lebih asyik dan tidak membuat stress (hanya saat proses pembuatan yang pusing). Harusnya untuk pelajaran sejarah dibuat seperti ini, agar anak-anak jaman sekarang lebih tertarik  dan lebih dapat mencintai Indonesia, menurutku jika pelajaran sejarah dibuat seperti biasa para pemuda saat ini akan melupakannya dan tidak akan cinta sejarahnya sendiri.

Komentar

Postingan Populer