Sejarah Anderpati Board Game
Perannya
dalam perjuangan Indonesia adalah dalam hal menyebarkan berita tentang
kemerdekaan Indonesia di wilayah Indonesia timur, selain itu yang sangat
diingat dengan adalah memperjuangkan Indonesia dan mengusir para penjajah
Belanda yang masih bercokol di daerah Indonesia timur, hingga pada umurnya yang
masih terbilang muda yaitu 33 tahun ia diangkat menjadi Komandan kapal, pada
awalnya ia diangkat menjadi komandan kapal KRI Alu, KRI Gajah Mada, KRI
Rajawali, dan KRI Pattimura. Dalam usia muda ia juga pernah bertugas untuk
mengawasi perribangunan kapal perang Indonesia di Italia di usia muda dan bisa
dibilang dengan hidup yang sangat singkat yaitu 37 tahun. Dengan umur 37 tahun
tidak banyak orang dapat langsung sukses di usia muda khususnya dalam konteks
Angkatan laut. Yos Sudarso berperan untuk mengusir penjajah dari Irian Barat
dengan gerakan yang dibuat Soekarno yaitu Trikora. Yos Sudarso memimpin
serangan pada sore 15 januari 1962 ia berada di kapal KRI macan tutul, ia
sangat menjadi orang yang penting dalam perang di laut Arafuru. Ia menyuruh 2
kapal KRI Harimau, dan KRI macan kumbang untuk bermanuver untuk mengalihkan
perhatian pesawat patrol Belanda. KRI macan tutul terkena tembakan dan meledak,
dengan Yos Sudarso didalamnya, sebelum tenggelam penuh Yos Sudarso menggunakan
Radio RPF dan mengatakan kepada seluruh anggota di kapal KRI dan pos-pos di
seluruh institusi militer berbunyi “Kobarkan
semangat Pertempuran”
Sifat
yang perlu ditiru dari Komodor Yos Sudarso untuk menjadi contoh untuk anak
Indonesia adalah, Jangan terpengaruh dengan umur karena setiap orang jika
berusaha melakukannya pasti akan sukses “membutuhkan pengorbanan untuk
kesuksesan”, lalu sifat yang pantang menyerah, dan sifat semangat yang membuat
Yos Sudarso menjadi Komandan Angkatan Laut di umur 33.
2. Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17
Agustus 1945, Indonesia segera dihadapkan langsung dengan beberapa masalah/
persoalan yang sulit. Masalah utama Indonesia adalah kedatangan tentara sekutu,
pendaratan sekutu pertama pada akhir September 1945 dan pendaratan sekutu
tersebut diboncengi dengan NICA (Netherlands – Indies Civil Administration) dan
KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger). Persoalannya semakin rumit ketika
pasukan sekutu (Inggris) karena masa tugas mereka habis pada Oktober 1946,
sebelumnya Inggris ingin mempertemukan Indonesia dengan Belanda di meja
perundingan. Namun pada saat itu Inggris dihadapi dengan masalah yang rumit,
pertama ia harus menepati Potsdam, yaitu mengembalikan Indonesia di tangan
Belanda yang sesuai dengan Civil Affair agreement yang dibuat bersama
Belanda pada tahun 1944. Yang kedua Inggris sekutu memberikan pengakuan de fact
kepada Indonesia yang dinyatakan dengan Jenderal Sir Philip Christison. Pada
saat itu pemerintah RI menduduki tempat-tempat yang diduduki Inggris, pemerintah
bermaksud mempertemukan dengan para wakil dari Belanda dengan para petinggi
dari Indonesia dalam suatu konferensi meja bundar yang akhirnya ditolak dengan
Belanda. Perundingan ini dilanjutkan di Jakarta dan kemudian dilanjutkan di
Hoge Veluwe, Belanda, namun hasil dari perundingan ini Belanda hanya mengakui
wilayah de facto atas Jawa dan Madura sedangkan pulau lainnya tidak diakui
sebagai wilayah Indonesia. Setelah kegagalan di Hoge Valuwe, diutuslah duta
baru Inggris yang memutarkan roda kembali yang macet setelah kegagalan Hoge
Valuwe. Namun sebelum itu, RI terlebih dahulu mengadakan perundingan gencatan
senjata, RI segera membentuk tim delegasi dengan ketuanya adalah Jendral
Sudibyo, dan mereka mengusulkan 5 pasal. Perundingan gencatan senjata tingkat
militer diadakan yang dimulai pada tanggal 20 dan tanggal 26 september 1946 dan
mengalami kegagalan, Belanda menolak karena menurut mereka usul 5 pasal tadi
terlalu luas dan menyangkut politik, bukan militer. Karena gagal pada
perundingan gencatan senjata tingkat militer, dilanjutkan dengan perundingan
politik yang berlangsung dan ditempatkan di Jakarta dan Linggarjati pada
tanggal 7 oktober hingga 15 november 1946, perundingan tersebut berhasil
mencapai persetujuan RI dan Belanda yang dikenal dengan “Perjanjian
Linggarjati”
Menurutku,
jika tidak ada peristiwa Perjanjian Linggarjati Belanda tidak akan Mengakui
wilayah Indonesia, dan mungkin Indonesia akan mendapatkan agresi militer
terlebih dahulu jika tidak ada perjanjian, dan akan tetap menguasai Indonesia
dan sangat sedikit celah yang ada untuk kembali merebut pulau lainnya dari
tangan Belanda. Peristiwa ini menjadi penting karena membawakan Indonesia untuk
dapat berunding pada Belanda agar memberikan wilayah kekuasaannya untuk
Indonesia, dan menentukan besar wilayah Negara Indonesia kedepannya.
3. Proses
pembuatan Board game pada awalnya,kami dikenalkan board game dari seluruh
dunia, yang tadinya kami hanya mengenal board game seperti catur, monopoli,
ludo, hama, dan kartu remi, setelah dikenalkan tentang board game yang ada di
dunia, kami melakukan riset terlebih dahulu riset tentang peristiwa yang
terjadi dalam kurun waktu 1908 – 1955, dan board game yang kami buat harus
mengenai tentang sejarah Indonesia. Kami dibagi menjadi 4 kelompok, dan hanya
khusus untuk kelompok riset, dan kita riset wajib untuk dapat minimal 30
peristiwa beserta tokoh yang berkonstribusi untuk peristiwa tersebut dan
merelisasikannya. Lalu setelah selesai
pada tahap riset, kami membuat konsep mengenai board game yang ingin kami buat
(dibuat masing-masing orang). Harapanku untuk Board game ini adalah orang
Indonesia dapat lebih cinta akan sejarah Indonesia yang sangat indah ini, dan
lebih jauh untuk mencintai Indonesia dan lebih mengenal kota-kota di Indonesia
juga lebih belajar mengenai sejarah Indonesia. Tujuan board game yang kita
namakan Anderpati ini supaya masyarakat Indonesia lebih mengenal Indonesia
lebih jauh, juga agar hal-hal yang tradisional tidak kalah saingnya dengan
unsur-unsur dari luar negeri, yang membuat hilangnya keanekaragaman Indonesia.
Kami memasukan unsur-unsur sejarah dalam board game tersebut dalam bentuk
trivia, yaitu dalam bentuk pertanyaan sejarah, dan dibuat banyak agar orang
lebih banyak tahu tentang sejarah dan mempersulit permainan.
Pendapatku mengenai belajar sejarah dengan
membuat board game sangat asyik, jadi kita tidak terlalu pusing untuk
mengahafalkan tahun-tahun yang ada di sejarah, jika menggunakan board game aku
merasa lebih asyik dan tidak membuat stress (hanya saat proses pembuatan yang pusing).
Harusnya untuk pelajaran sejarah dibuat seperti ini, agar anak-anak jaman
sekarang lebih tertarik dan lebih dapat
mencintai Indonesia, menurutku jika pelajaran sejarah dibuat seperti biasa para
pemuda saat ini akan melupakannya dan tidak akan cinta sejarahnya sendiri.

Komentar
Posting Komentar