Adapun permainan Anderpati punya mekanisme berbeda, menempatkan pemain demi menguasai kota di sejumlah pulau. Layaknya permainan monopoli, pemain lawan yang melintas ke kota yang dikuasai harus membayar pajak atau merebut lewat lemparan dadu. ”Di tengah permainan, pemain harus bisa menjawab pertanyaan fakta-fakta sejarah agar tak kena hukuman,” kata Darius Cristopher Ethan Samuel. Ethan membuat permainan bernama Anderpati yang berarti ’pemberani’ itu bersama empat temannya. Mereka menggabungkan mekanisme permainan monopoli, trivia, dan kartu.
Riset
Membuat permainan papan merupakan bagian dari pendidikan berbasis proyek yang dilakukan SMP Semi Palar di Bandung, Jawa Barat. Untuk pelajaran sejarah kelas VIII, siswa harus belajar sejarah Indonesia dari kebangkitan nasional hingga kemerdekaan. Jalan yang dipilih bukan dengan membuka buku dan menghafal isinya.
Cecilia Btari Saraswati yang terlibat pembuatan mainan papan Pataka menyatakan tertantang mengumpulkan fakta sejarah dari berbagai referensi di buku dan internet. Terlebih saat ia mencoba bersama keluarga di rumah dan bergembira sepanjang permainan.
Dinamika itu, menurut Andy Sutioso, Koordinator Utama Rumah Belajar Semi Palar, merupakan hal menggembirakan. Para pelajar antusias mencari bahan, menyusun permainan papan, dan menikmati tiap prosesnya. ”Mereka belajar dengan gembira,” kata Andy.
Gembira
Belajar sekaligus bergembira, dua hal itu tak selamanya bertolak belakang. Hal itu dibuktikan Ethan dan rekan-rekannya yang mempelajari sejarah Indonesia lewat permainan papan. Scot Osterweil, creative director dari Massachusetts Institute of
Technology, berkeyakinan, mengemas pendidikan dalam bentuk permainan lebih efektif untuk dipahami siswa. Dengan menekankan aspek bermain, para siswa lebih mengembangkan kreativitas daripada sibuk menghafal isi buku.
”Bergembira tak berarti pengajaran berlangsung dengan tawa. Bergembira bisa berwujud kerja keras, mengatasi tantangan, diakhiri kepuasan karena berhasil melampauinya,” kata Osterweil. Salah satu proyek yang pernah dikerjakan Osterweil adalah Vanished, permainan daring, yang dimainkan 3.000 anak di Amerika Serikat.
Para pemain menerima pesan dari masa depan yang memberi tahu malapetaka yang menimpa bumi sekaligus cara mencegahnya. Instruksi yang diterima itu menggiring para pemain mengunjungi museum, berbincang dengan para ilmuwan untuk mempelajari berbagai topik ilmu pengetahuan alam.
Tantangan para pengajar saat ini, lanjut Osterweil, adalah menyalurkan aktivitas bermain ke hal bermakna tanpa mengekang kebebasan dari permainan itu sendiri. Tiap pengajar harus paham permainan yang menarik minat siswa dan memfasilitasinya, bukan malah mendikte.
Desainer permainan Eko Nugroho mengungkapkan, masalah di Indonesia adalah mainan pendidikan gagal memberi aspek permainan sekaligus kehilangan makna pendidikan. Alasannya sederhana, yakni desain. ”Seolah isi buku dijadikan permainan dan masalah selesai,” ujarnya. Sebuah permainan punya tujuan, cara bermain agar tujuan mudah tercapai, narasi, dan medium. Kehilangan satu faktor saja membuat permainan tak efektif.
Deta Ratna Kristanti, kurator Bincang Edukasi, sepakat, pengajaran harus melibatkan metode yang menggembirakan. Semua tergantung pada kreativitas pengajar untuk memfasilitasi anak didik mereka.
Komentar
Posting Komentar